Selasa, 07 Mei 2013

Sejarah Bahasa Indonesia, EYD dan Bentuk Kalimat yang di Sempurnakan



Nama                        : Ruadi Maha Putra
Nim                           : A42121710
Bidang peminatan       : Teknik Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura


Soal !!! 
Pertanyaan sebagai berikut:

1.      Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan tumbuh, maka terus mengalami perubahan . Perubahan bahasa Indonesia tentu ke arah yang lebih baik, jika dibina dengan yang baik pula. Bertolak dari hal tersebut, bahasa indonesia mempunyai kedudukan yang kuat di Republik Indonesia. Dengan kedudukan bahasa Indonesia itu, bahasa Indonesia mempunyai Fungsi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sebutkan dan jelaskan kedudukan bahasa Indonesia serta sebutkan fungsi bahasa Indonesia berdasarkan kedudukannya !
Menurut Arifin dan Tasai,2006:12. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan. Antara lain : Pertama , bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan sumpah pemuda 1928.
Kedua , bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang- Undang Dasar 1945.


Menurut no name .2006:30 Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting dan tercantum didalam Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan , bahasa Indonesia “

Menurut no name .2006 : 63 .Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting dan tercantum didalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 bab XV ( BENDERA,BAHASA,DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN ) Pasal 36 menyatakan bahwa “ Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia “

Menurut Arifin dan Tasai,2006:12. Maka kedudukan bahasa Indonesia , sebagai :
A.    Bahasa Nasional.
Berfungsi sebagai  Lambang kebanggaan Nasional.Lambang identitas Nasional.
Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda – beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.Alat penghubung antar budaya antar daerah.
B.     Bahasa Negara ( bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia )
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia Berfungsi sebagai ( 1 ) Bahasa resmi Kenegaraan.( 2 ) Bahasa pengantar resmi dilembaga – lembaga pendidikan.( 3 ) Bahasa resmi didalam perhubungan pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.( 4 )Bahasa resmi didalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern ( Halim,1979 : 4 – 56, Moeliono,1980 :15 – 31 ).

Menurut Alwi.2008:1 . Kedudukan bahasa Indonesia diantaranya , yaitu :
v  Jumlah Penutur. Berdasarkan jumlah penutur, maka bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu. Jumlah penuturnya mungkin tidak sebanyak bahasa jawa dan sunda, jika ada jumlah itu ditambah bahkan penutur dwibahasawan yang menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa pertama/ kedua . kedudukannya dalam deretan jumlah penutur berbagai bahasa di Idonesia ada di perigkat pertama. Jumlah penutur asli bahasa Indonesia lambat laun akan bertambah yang disebabkan oleh berbagai hal , misalnya perpindaha ke kota besar, perkawinan antar suku, orang tua masa kini.
v  Luas Penyebaran. Berdasarkan luas penyebaran, maka jelas penempatan bahasa Indonesia dibaris depan. Sebagai bahasa setempat bahasa itu dipakai orang di daerah Pantai Timur Sumatera, Riau, Bangka Belitung , Pantai Kalimantan. Jenis kroel bahasa Melayu Indonesia ,yakni bahasa Melayu sebagai bahasa kedua pemancarnya dapat disaksikan dari ujing barat sampai kebatasa sekitar negri Indonesia. Sebagai bahasa asing, bahasa Indonesia dipelajari di luar negri, seperti di Amerika Serikat, Australia, Belanda, Ceko, Cina, Filiphina, India , Jepang, Italia, dll. Dan bahasa Malaysia dan bahasa melayu di Singapura , Brunai Darussalam jika ditinjau dari sudut pandang ilmu bahasa maka bahasa yang sama juga dengan bahasa Indnesia.
v  Peranannya sebagai sarana ilmu seni sastra dan pengungkap budaya.
Yakni peranannya sebagai sara ilmu , seni sastra dan pengungkap budaya.Menurunkan bahwa bahasa Indonesia telah benar – benar menjadi satu- satunya wahana dalam penyampaiaan ilmu pengetahuan serta media untuk pengungkapan seni sastra dan budaya bagi semua warga indonesia dengan latar belakang budaya sastra betapa pentingnya bahasa Indonesia.
                                          Berdasarkan ketiga pengertian diatas bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang lebih penting dari bahasa daerah. Kedudukan yang penting itu sekali- kali bukan karena mutunya sebagai bahasa bukan karena besar kecilnya jumlah kosa katanya atau keluwesan dalam tata kalimatnya, dan bukan pula karena kemampuan daya ungkapnya . Didalam sejarah manusia pemilihan suatu bahasa sebagai lingua franca ( bahasa pergaulan ), yakni bahasa perantara orang yang latar budayanya berbeda bahasa kebangsaan atau bahasa internasional tidak pernah dibimbing oleh pertimbangan lingustik, logika atau astetika tetapi selalu oleh patokan politik ekonomi dan demografi.
            Fungsi bahasa Indonesia, dalam literatur bahasa , para ahli umumnya merumuskan fungsi bahasa bagi setiap orang ada empat , yaitu :
1.      Sebagai alat berkomunikasi.
2.      Sebagai alat untuk mengekspresikan diri.
3.      Sebagai alat untuk berintegrasi dan beradap tasi sosial.
4.      Sebagai alat kontrol ( Keraf 1994: 3 – 6 ).


Menurut Finozo.2004:. Fungsi bahasa Indonesia , yaitu
   Kalau kita cermati, sebenarnya ada satu lagi fungsi bahasa yang selama ini kurang disadari oleh sebgian anggota masyarakat, yaitu sebagai alat untuk berpikir .seperti kita ketahui, ilmu tentang cara berpikir adalah logika.Dalam proses berpikir, bahasa selalu hadir bersama logika untuk merumuskan konsep, proposisi, dan simpulan. Segala kegiatan yang menyangkut perhitungan atau kalkulasi, pembahasan atau analisis, bahkan berangan – angan atau berkhayal, hanya dimungkinkan berlangsung melalui proses berpikir disertai alatnya yang tidak lain adalah bahasa.

Menurut No Name.2008: . Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan harus dikembangkan betul – betul karena komunikasi yang jelas itu esensialnya bagi sukses sejati dalam hampir setiap usaha manusia secara bersama – sama maupun seorangan. Di komunikasi itu dasar setiap usaha atau tata kerja.
( Gorys keraf ) mengutarakan furasi dan peran bahasa, sebagai berikut :
1.   Bahasa sebagai alat untuk berekspresi diri , yaitu untuk menarik perhatian orang lain, dibahas dari semua tekanan emosi untuk mengungkapkan cita, rasa, seni , dan sebagainya.
2.   Bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi.
3.   Bahasa sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial untuk bersosialisasi.
Bahasa sebagai alat untuk mengadakan kontrol sosial untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain.

2.   Dalam bahasa Indonesia ada istilah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
a.       Apa maksud berbahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
Menurut Finozo.2004:.Tentang maksud dari berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, yaitu
      Bahasa sudah dapat dikatakan baik apabila maknanya dapat dimengerti oleh komunikan dan ragamnya sudah sesuai dengan situasi pada saat bahasa itu digunakan. Bahasa yang benar adalah bahasa yang disesuaikan dengan kaidah bahasa baku.Bahasa yang benar bisa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi pemakaiannya.Bahasa yang baik belum tentu benar, kecuali jika bahasa itu sesuai dengan kaidah yang disyaratkan untuk bahasa baku.

Menurut Alwi.2008:3 . Tentang berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Yaitu :
      Pemakaiian bahasa yang mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku merupakan bahasa yang benar.Pemanfaatan ragam yang tepat dan sesuai menurut golongan penutur dan jenis pemakai bahasa yang merupakan bahasa yang baik. Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diartikan pemakaiian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar. Yang ungkapan memacu keragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.

b.      Berilah lima contoh penggunaan berbahasa Indonesia dengan Baik !
1.      Mama,” saya ingin buku itu “
2.      Ayah , “ jangan menangis lagi ya “
3.      Buku itu sedang dibaca Nurul.
4.      Arif, ingin membeli apa ?
5.      Kemarin sore, Uyuni menangis di depan rumah tante Rita.
c.       Berilah lima contoh penggunaan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar !
Jawabannya :
1.Nurul menulis sepucuk surat untuk Orang tuanya.
2.Ayah membeli hadiah untuk adik yang besok akan berulang tahun.
3.Ibu membuat kue di dapur bersama tante Katiara.
4.Achmad membaca buku itu sampai selesai.
5.Ryan mengikuti kompetensi kemampuan mahasiswa kemarin.

3.   Dalam Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ) ada pembahasan tentang penulisan unsur serapan. Sebutkan dan jelaskan pedoman penulisan unsur serapan yang  terdapat pada EYD ?
Menurut Finozo.2004:.tentang pedoman penulisan unsur serapan yaitu :
              Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama, unsur  yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia, seperti reshuffle, shutter cock, dan de l’homme par l’homme.Unsur – unsur ini dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.Kedua, unsur  pinjaman  yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.dalam hal ini, diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

Menurut Arifin dan Tasai,2006 : 221.Pedoman penulisan unsur serapan , yaitu :
              Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama, unsur  yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia, seperti reshuffle, shutter cock, dan de l’homme par l’homme.Unsur – unsur ini dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.Kedua, unsur  asing  yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. diusahakan agar ejaannya asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

 Menurut No Name.2012 : 54 . tentang pedoman penulisan unsur serapan, yaitu :
 Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia, seperti reshuffle, shutter cock, dan de l’homme par l’homme.Unsur – unsur itu dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing.Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

Menurut No Name.2008 : 21 . tentang pedoman penulisan unsur serapan, yaitu :
                   Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman  dalam bahasa indonesia dapat dibagi atas dua golongan  besar.Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia, seperti reshuffle, shutter cock, dan de l’homme par l’homme.Unsur – unsur itu dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi cara pengucapan masih mengikuti cara asing.Kedua, unsur pinjaman  yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.dalam hal ini, diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

Menurut Kosasih.2002 : 278. Tentang pedoman penulisan unsur serapan , yaitu
Pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara umum peraturan – peraturan itu adalah sebagai berikut.Pertama, bunyi dilambangkan dengan satu tanda. Tanda itu dapat berwujud huruf tunggal ( monograf ), seperti  a,b,d, f,g, j, dapat juga berwujud huruf kembar ( digraf ), seperti ng, ny, sy, kh.Kedua,Penulisan sebuah kata harus sesuai pengucapannya, misalnya varietas bukan varetas, pikiran bukan fikiran , kaidah bukan kaedah.

4.  Cakupan bentuk kata ada tiga, satu diantaranya berupa kata turunan. Kata turunan dapat menyebabkan perubahan bentuk, perubahan makna, dan perubahan kelas kata.
a.                Berilah contoh perubahan bentuk dari sebuah kata dasar menjadi paling sedikit 10 kata turunan !
b.   Klasifikasi kata turunan pada jawaban contoh ( a ) yang mengalami perubahan makna dan perubahan kelas kata !
c.    Buatlah lima kalimat dari lima kata turunan pada jawaban contoh ( a ) dengan menggunakan pola kalimat dasar yang berbeda !
Menurut Alwi.2008:106.Tentang Kata Turunan , yaitu :
Kata Turunan ( verba ) adalah kata yang dibentuk melalui transposisi, pengafiksan reduplikasi ( pengulangan ) atau kemajemukan ( pemaduan ). Transposisi adalah suatu proses penurunan kata yang memperlihatkan peralihan suatu kata dari kategori sintaktis yang satu ke kategori sintaksis yang lain tanpa mengubah bentuknya.
            Kata dasar : Ragam
a. Kata Turunan                                              b. Klasifikasi kata
1)      Seragam                                              - Kata Benda
Menurut Kosasih.2002 : 194 – 200. Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan Seragam yaitu pemberian awalan atau imbuhan  se -  bermakna jumlah , dan beberapa makna – makna yang dikandung awalan se- adalah sebagai berikut . Berarti satu, berarti seluruh atau seisi, berarti sama – sama , sama dengan, menyatakan waktu. Dan mengklasifikasikan  ke dalam kata Benda  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah se- dalam Kata Turunan tersebut.

2)      Beragam                                              - Kata Sifat
Menurut Kosasih.2002 : 193 – 196. Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan beragam yaitu pemberian awalan atau imbuhan  be -  bermakna keadaan , menyerupai dan beberapa makna – makna yang dikandung awalan be- adalah sebagai berikut .Melakukan perbuatan, mempunyai, memakai/ menggunakan/ mengendarai, mengeluarkan, berada dalam keadaan, menyatakan sifat atau sikap mental, menyatakan ukuran, jumlah . Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata sifat  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah be- dalam Kata Turunan tersebut.

3)      Diragamkan                                         - Kata Kerja
Menurut Kosasih.2002 : 193 – 202 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan Diragamkan yaitu pemberian awalan atau imbuhan  di – kan  bermakna perbuatan, membuat jadi, tidak sengaja, pengantar objek sebagai pengganti kata depan.Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata kerja  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah di- kan dalam Kata Turunan tersebut.Akhiran kan- berfungsi untuk membentuk pokok kata, bukan kata mandiri, karena pokok- pokok kata masih memerlukan imbihan lain untuk melengkapinya.Kata – kata yang berimbuhan di- kan belum bisa digunakan sebagai kata mandiri, namun pokok kata itu sudah dapat membentuk kata secara utuh. Hanya dalam kalimat perintah saja, kata – kata tersebut bisa digunakan.kata kerja berakhiran kan- diikuti objek penderita. Objek itu merupakan alat.

4)      Teragam                                              - Kata Sifat
Menurut Kosasih.2002 : 197. Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan teragam yaitu pemberian awalan atau imbuhan  ter -  bermakna sudah di- atau dapat di- , ketidaksengajaan, tiba- tiba, dapat/ kemungkinan, paling/ superlatif, sampai ke-. Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata sifat  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah ter- dalam Kata Turunan tersebut.

5)      Ragamkan                                           - Kata Kerja
Menurut Kosasih.2002 : 202 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan Diragamkan yaitu pemberian  akhiran – kan  bermakna perbuatan, membuat jadi, tidak sengaja, pengantar objek sebagai pengganti kata depan.Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata kerja  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan akhiran - kan dalam Kata Turunan tersebut.Akhiran kan- berfungsi untuk membentuk pokok kata, bukan kata mandiri, karena pokok- pokok kata masih memerlukan imbihan lain untuk melengkapinya.Kata – kata yang berakhiran - kan belum bisa digunakan sebagai kata mandiri, namun pokok kata itu sudah dapat membentuk kata secara utuh. Hanya dalam kalimat perintah saja, kata – kata tersebut bisa digunakan.kata kerja berakhiran kan- diikuti objek penderita. Objek itu merupakan alat.

6)      Diragami                                             - Kata Kerja
Menurut Kosasih.2002 : 193 – 202. Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan Diragami yaitu pemberian awalan atau imbuhan  di –i  bermakna perbuatan yang berulang – ulang ,memberi, membubuhi, menghilangkan .Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata kerja  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah di- i dalam Kata Turunan tersebut.Akhiran i- berfungsi untuk membentuk pokok kata, bukan kata mandiri, karena pokok- pokok kata masih memerlukan imbihan lain untuk melengkapinya.Kata – kata yang berimbuhan di- i belum bisa digunakan sebagai kata mandiri, namun pokok kata itu sudah dapat membentuk kata secara utuh. Hanya dalam kalimat perintah saja, kata – kata tersebut bisa digunakan.kata kerja berakhiran i- diikuti objek penyera. Objek itu merupakan tempat berlakunya pekerjaan itu.

7)      Keragaman                                          - Kata Benda
Menurut Kosasih.2002 : 207 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan keragaman yaitu pemberian awalan atau imbuhan  ke – an  bermakna menyatakan sesuatu hal atau peristiwa yang telah terjadi, tempat atau daerah, menderita sesuatu hal atau kena, menyatakan suatu perbuatan yang tidak disengaja, menyatakan terlalu, menyerupai . Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata Benda  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah ke- an  dalam Kata Turunan tersebut.



8)      Menyeragamkan                                  - Kata Kerja
Menurut Kosasih.2002 : 206 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan menyeragamankan yaitu pemberian awalan atau imbuhan  me(N)– kan  bermakna melakukan pekerjaan untuk orang lain, menyebabkan atau membuat jadi, melakukan perbuatan, mengarahkan, memasukkan . Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata kerja  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah me(N)– kan     dalam Kata Turunan tersebut.

9)      Penyeragaman                                     - Kata Benda
Menurut Kosasih.2002 : 208 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan penyeragaman  yaitu pemberian awalan atau imbuhan  pe(N)– an  bermakna menyatakan hal yang berhubungan dengan, menyatakan proses atau perbuatan, menyatakan hasil, menyatakan alat, dan menyatakan tempat. Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata Benda  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah pe(N) - an  dalam Kata Turunan tersebut.

10)  Beragaman                                          - Kata Kerja
Menurut Kosasih.2002 : 209 . Perubahan Makna dari kata dasar ragam menjadi kata turunan beragaman  yaitu pemberian awalan atau imbuhan  ber-an  bermakna menyatakan banyak pelaku, perbuatan yang diulang- ulang, hubungan antara dua pihak, hubungan timbal balik atau resiprok . Dan mengklasifikasikan ke dalam  kata Kerja  Berdasarkan Hasil dari perubahan makna dengan pemberiaan awalah ber - an  dalam Kata Turunan tersebut.
c. Contoh kalimat dari kata turunan .
1)      Jumlah Keragaman Hayati di negara indonesia sangat banyak .
2)      Masyarakat di pulau Biak terdiri dari beragam suku .
                                         S                                    P            Pel
3)      Mama ikut penyeragaman berat badan di tempat Gym dengan bantuan Instruktur.
4)      Pemimpin pasukan menyeragamkan barisannya.
S                    P                   O
5)      Mama menjahit seragam Pramuka untuk adik .
 S      P               O                Ket

5.   Perbaikilah kalimat di bawah !
a.       Polisi bertemu maling.
Polisi bertemu dengan maling .
Menurut Kosasih.2002 : 178 .Penambahan kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat ( Konjungsi  subordinatif ) yaitu dengan karena adanya hubungan cara .Penggunaan Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.
Menurut Badudu.1990 : 9. Kata dengan tergolong jenis kata depan ( preposisi ) yang berfungsi menghubungkan kata , frase, atau klausa.Pada umumnya, fungsi kata dengan  dalam kalimat sebagai berikut menyatakan arti ‘ bersama – sama’, menyetakan pengertian yang sama dengan ‘lawan’,menyatakan arti sama dengan ‘ memakai alat’,bersama – sama dengan kata di belakangnya menyatakan ‘keterangan keadaan’,dipakai sebagai alat pengeksplisitkan hubungan kata.

b.      Berita selengkapnya dibacakan abdullah.
Berita selengkapnya akan dibacakan oleh saudara Abdullah.
Menurut Kosasih.2002 : 180 .Penambahan kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat ( Konjungsi  subordinatif ) yaitu oleh karena adanya hubungan penyebab,akibat atau hasil .Penggunaan Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.
Menurut Kosasih.2002 : 179 .Konjungsi antar kalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Seperti pada kata akan karena menyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya.

c.       Kemelut ini disebabkan karena kelalaian kita.
Kemelut yang terjadi selama ini disebabkan karena kelalaian kita semua.
Menurut Kosasih.2002:178. Penambahan kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat ( Konjungsi  subordinatif ) yaitu selama ini karena adanya hubungan waktu  .Penggunaan Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.

d.      Rombongan terdiri enam pria dan empat wanita.
Rombongan Diklat ini terdiri dari enam pria dan empat wanita.
Menurut Kosasih.2002:178. Penambahan kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat ( Konjungsi  subordinatif ) yaitu terdiri dari karena adanya hubungan cara  .Penggunaan Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.

e.       Keputusan bergantung atasan.
Seluruh keputusan rapat bergantung kepada atasannya.
Menurut Kosasih.2002:178. Penambahan kata penghubung yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat ( Konjungsi  subordinatif ) yaitu bergantung  karena adanya hubungan syarat  .Penggunaan Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.
Daftar Pustaka
Arifin,E.Zaenal.S.Amran Tasai.Cermat Berbahasa Indonesia.2006.Jakarta: Akademika Pressindo
 No Name .Undang- Undang Dasar Republik Indonesia. 1945 dan Perubahannya.Jakarta:Penabur ilmu
Finozo,Lamuddin.Komposisi Bahasa Indonesia.2004.CETAKAN KE- 10.Jakarta:Diksi Insan Mulia
No Name.2008.PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN.Cetakan ke VII.Jakarta : Bumi Aksara.
No Name.PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN & PEDOMAN UMUM PEMBENTUKAN ISTILAH.2012.Cetakan ke VIII edisi Ketiga .Bandung : YRAMA WIDYA
Drs.E.Kosasih,M.Pd .Kompetensi Ketatabahasaan.2002.Cetakan I.Bandung : YRAMA WIDYA
Alwi,Hasan.Dkk.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.2008.Edisi ketiga Cetakan ke VII .Jakarta:Balai Pustaka