Selasa, 07 Mei 2013

PENYERBUKAN ANTROPOGAMI PADA TANAMAN ANGGREK Dendrobium Sp


Nama                           : Ruadi Maha Putra
Nim                             : A42121710
Bidang peminatan       : Teknik Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar belakang
Anggrek merupakan tanaman/bunga yang meiki struktur tanaman yang sulit dalam penyerbukanya secara alami, penyerbukan bunga anggrek yang di lakukan saat ini adalah dengan cara penyerbukan dengan bantua manusia agar mempermudah penyerbukan itu terjadi sebab penyerukan tanaman anggrek itu sendiri sulit secara alami.
Penyerbukan, atau polinasi (dari bahasa Inggris, pollination cf. pollen, "serbuk sari"), adalah jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Pada sebagian besar bunga, peristiwa ini berarti "jatuh pada bagian kepala putik". Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, pembuahan. Macam-macam Proses Penyerbukan Penyerbukan (polinasi)- Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan, penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. Penyerbukan ada dua macam, yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang.
Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga, burung, keong, dan binatang kecil lain. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum, jelai, padi, kedelai dan lain-lain. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri.
Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari keduanya. Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya.
Berdasarakan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp. yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial antara lain : Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp. dan Cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.
Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang. Bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain : Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.

1.2. Tujuan Praktiku
Adapun tujuan praktium dalam penyerukan tanaman anggrk ini adalah sebagai beriku:
1.      Dapat mengdentifikasi tanaman anggrek dalam penyerbukanya
2.      Mahasiswa dapat mengaplikasi kan tanaman anggrek secara baik dan membudidayaan kembali alam hal yang bertujuan mendpatkan benih yang baik dari anggrek itu sendiri.
3.      Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana penyerbukan buatan  dan dapat mengetahui struktur bunga angrek.

1.3. Manfaat
Maanfaat yang dapat di peroleh dari praktikum adalah sebagai salah satau ajang di mana mahasiswa di tuntut mengaplikasikan teori yang telah di dapat di kelas dan dapat mempelajari agar dalam keseharian mahasiswa tidak cengung dalam penyerbukan secara bantuan manusia yang saat ini di lakukan oleh mahasiswa Teknik Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura saat ini pastinya. Dalam hal ini penulis dapat mengembangkan karya imiah dengan tahapan laporan yang di susun dengan reperensi dan dasar praktikum yang telah di berikan.




BAB II
METODEOLOGI

2.1. Waktu dan Tempat
Adapun waktu yang di laksanakan dalam praktikum ini adalah pada tanggal 25 april 2013 apa jam 10.15 WIB. sampai selesai di lanjutkan praktikum ulang pada tanggal 2 Mei 2013 jam 9.49 Wib dengan lokasi atau tempat praktikum ini di kampus  PPPPTK Pertanian Cianjur tepatnya di departemen pembenihan yang di lakukan khusunya gren house Anggrek Vedca itu sendiri.

2.2. Alat dan Bahan
adapun alat dan bahan yang di pergunakan dalam praktikum penyerbukan ini adalah sebagai berikut:
Alat
Bahan
1.      Pingset
2.      Kertas
3.      Dan alat tulis
4.      Gunting
5.      Pembolong kertas
1.      Bunga anggrek
2.      Kertas karton untuk nama dan waktu pelaksaan( tanda )
3.      Benang nilon

2.3. Tahapan Praktikum
Adapaun tahapan praktikum yang dilaksanakan dalam proses penyebukan adalah sebagai berikut:
1.  Mempersiapkan alat dan bahan yang di perlukan untuk penyerbukan terutama pinset.
2.  Memilih  bunga anggrek yang sudah matang antara putik dan tepung sarinya mudah di semaikan.
3.  kemudian amati letak tepung sari dan mengambilnya untuk segera di letakkan di putik / polen yang telah mengeluarkan zat madunya.
4. Setelah di pastikan kebenaran dalam melakukan penyerbukan, beri tanda, minimal kartu nama dan tanggal pelaksanaan.
5.  Tunggu dan amati perubahan bunga dalam kurun waktu  ± 3 minggu.





BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.  Hasil dan Pembahasan
A.    Hasil Praktikum
Adapun hasil dapat di lihat dari gambar tersebut yakni penyerbukan dari tahap hari pertama sampai selesai dalam hal ini kami membuat praktikum dapat di simpulkan dari gambar-gambatr dibawah ini:
maaaf teman-teman say tidak kasih gambar agar teman-tean praktek sendiri di apangan oke angan mau memodohin diri sendiri saya hanya sekedar memeri tahu saja 
        
Gambar 1. Bunga sebelum di lakukan                     Gambar 2. Anggrek setelah  1 minggu
     Penyerbukan, tampak segar                                      penyerbukan tampak layu.
                    
             Gambar 3. Anggrek setelah 2 minggu gugur           Gambar 4. Anggrek umur 1 minggu masih
                               1 tangkai, dan terlihat ada semut                            3 tangkai
                               hitam di bawah kelopak

Penjelasan dari gambar-gambar tersebut:
Gambar 1 :  Tanaman yang di serbuk tanpak jelas segar dalam prosesnya yang di lakukan dengan bantuan pinset dan manusia untuk menaruh benang sari keputik sari.
Gambar 2 : Tanaman anggrek sudah tampak layu dari layu dan mengkerut telah tampak bahwa tanaman tersebut telah berhasil penyerbukannya.
Gambar 3 : Tanaman anggrek tersebut telah tanpak gugur dan semut pun datang tanaman ini telah tampak mengkerut dan mahkota bunga berguguran dan tanaman mulai tampak hitam di bawah kelopak setelah 2 minggu.
Gambar 4 : Tanaman anggrek ini Satu minggu telah tampak satu tangkai yang berguguran anggrek ini umur 1 minggu yang memiliki 3 tangkai dan dapat di lihat perbedaan anggrek dari hari ke hari berikutnya.

3.2.    Pembahasan Praktikum
Proses Penyerbukan Pada Tumbuhan – Reproduksi generatif merupakan sebuah peritiwa terjadinya individu baru yang didahului dengan peleburan dua sel gamet. Peristiwa ini disebut pembuahan. Pembuahan atau fertilisasi pada tumbuhan berbiji akan terjadi kalau didahului adanya proses penyerbukan atau persarian.Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan. Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan, sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik.
Terjadinya penyerbukan belum memberi jaminan akan terjadinya pembuahan, karena buluh serbuk sari yang berasal dari serbuk sari dalam perkembangan selanjutnya belum tentu dapat mencapai sel telur, yang letaknya di dalam bakal buah jauh dari kepala putik. Pada beberapa jenis tumbuhan penyerbukannya tidak mungkin terjadi secara autogami (penyerbukan mandiri). Hal ini antara lain disebabkan oleh:
·       Dioseus (berumah dua), artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada individu yang berbeda. Misalnya: melinjo dan salak.
·       Dikogami, bila putik dan serbuk sari suatu bunga masaknya tidak bersamaan. Dikogami dapat dibedakan atas: Protandri, bila serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu dari pada putiknya. Contohnya: bunga jagung, seledri, dan bawang Bombay; Protogini, bila putik suatu bunga masak lebih dulu dari serbuk sarinya. Contohnya: bunga kubis, bunga coklat, dan alpukat.
·       Herkogami, ialah bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari bunga tersebut tidak dapat jatuh pada kepala putiknya, kecuali dengan bantuan manusia atau hewan. Contoh: Anggrek, Vanili, dan lain sebagainya.
·       Heterostili, ialah bunga yang mempunyai benang sari dan tangkai putik tidak sama panjang. Contoh: tumbuhan familia Rubiaceae (kopi, kina, kaca piring, dan lain sebagainya).

Dari hasil pembahasaan praktikum ini mendapatkan istilah Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya vektor yang dapat membantu penyerbukan. Contohnya, tumbuhan vanili. pada kelompok padi, jagung, alang2 dsb penyerbukannya dibantu angin kebanyakan bunga diserbuki oleh serangga Burung Kolibri, salah satu hewan penyerbuk. Bunga Vanili, salah satu contoh tumbuhan yang penyerbukannya dibantu manusia.[ps]
Gambar Struktur bunga Anggrek Dendrobium sp

Lokasi, suhu dan kelembaban: Anggrek akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi (di dataran rendah juga bisa hidup, tetapi harus memenuhi ketentuan yang tepat), suhu berkisar 15 – 35 derajat Celcius (suhu optimum 21 derajat Celcius) dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembaban udara berkisar 65 – 70 %. Hal ini untuk mendapatkan pembenihan yang baik dan sesuai dengan standardnya dan suhu dan kelembaban juga mempengaruhi proses penyerbukan itu berjalan dengan baik dalam hal ini suhu adalah sebagai tempat dimana seluruh tanaman menerima sebagian dari hidupnya berpatokan terhadap suhu ditu sendiri di karnakan suhu tempat transpirasi tanaman yang  baik.
Cahaya matahari: Tanaman anggrek pantang kena sinar matahari langsung, tetapi masih toleran terhadap sinar matahari pagi (antara jam 7 – 9 pagi). Anggrek yang kurang dapat cahaya matahari tumbuh kurus, berdaun sempit dan panjang, sebaliknya jika kelebihan sinar matahari daun akan menguning seperti terbakar. Anggrek akan tumbuh dengan baik jika digantung di bawah kerimbunan pohon.




BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang di sukai oleh semua kalangan, hal ini dalam penyerbukan anggrek itu sendiri memiliki istilah Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya vektor yang dapat membantu penyerbukan. Contohnya, tumbuhan vanili. pada kelompok padi, jagung, alang2 dsb penyerbukannya dibantu angin kebanyakan bunga diserbuki oleh serangga Burung Kolibri, salah satu hewan penyerbuk. Telah kita ketahui dalam penyerbukan ini al\dalah salah satu halyang tidak di sengaja tetap salah satu contoh yang dapat kita pertimbangkan natinya.
Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, dalam penyerbukan Antropogami ini dapat mempermudah tanaaman dalam proses  pembuahan biji tersebut.

4.2. Saran
Dalam hal ini saya sebagai penulis laporan akan memberi saran kepada pembaca seutuhnya sebagai berikut:
1.      Mahasiswa dalam hal praktikum khususnya genetika pertanian dapat menguasai materinya terlebih dahulu sebelum melakukan prakitum hal ini untuk mencegah hal yang tidak di inginkan dan agar dapat melakuan prakikum berjalan dengan lancer.
2.       Mahasiswa dapat melakukan rekam ulang seperti Tanya jawab terhadap dosen pembimbing di saat praktikum berlangsung agar tidak ternjadinya pembutaan materi sesacara langsung maupun tidak langsung.




DAFTAR PUSTAKA

Sumber:
http://blog.ub.ac.id/arditakartika/2010/06/07/budidaya-bunga-anggrek/ (di unduh pada -tanggal 30 April 2013 Jam 20.25 WIB)